In memoriam Elieser Awom

 

 

Tgl 29 November – 6 Desember2014, Mainplace Port Vila Vanuatu
persiapan awal melahirkan ULMWP (photo by: Tommy Latupeirissa)

UNITED LIBERATION MOVEMENT FOR WEST PAPUA MENYAMPAIKAN RASA DUKA YANG MENDALAM ATAS BERPULANGNYA SANG GENERAL ELIEZER AWOM SEKALIGUS MENGUCAPKAN TERIMA KASIH ATAS PENGABDIANNYA BAGI TANAH AIR, BANGSA DAN RAKYAT PAPUA

Kepergian Tuan Awom yang begitu cepat menghadirkan suasana duka yang mendalam bagi seluruh rakyat, bangsa dan Tanah air Papua Barat khususnya terhadap ULMWP yang turut dilahirkannya. Untuk itu secara resmi ULMWP menyampaikan turut berduka bersama keluarga besar almarhum juga keluarga besar bangsa dan rakyat Papua Barat. Doa kami kiranya Tuhan menghibur dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan almarhum.

Sekilas autobiografi almarhum sejak lahir dan keterlibatannya dalam perjuangan panjang hingga akhir hayat beliau sebagai berikut, Tuan Eliezer Awom lahir di Kapung Inasi Pulau Numfor 4 Juli 1948 dan menemui ajalnya dalam perjalanan dari Kaimana ke Bentuni 15 Juni 2018 menjalankan tugas perjuangan Papua merdeka.

Pendidikan terakhir almarhum yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP). 29 November 1965 Diklat Brimob Deplat Lido Cigombong Bogor Jawa Barat Indonesia.

Karier ketentaraan dimulai 1965 – 1971 Bertugas di Mako Brimob Kelapa 2 Jakarta. Tahun 1971 bertugas pada Resimen 12 Irian Barat(Papua) Sekolah Kejuruan Danton Batalyon M Jayapura. Berdasarkan Surat Perintah Kapolda 17 IRJA Nomor Sprint/36/II/1982 beliau ditunjuk sebagai Instruktur Kursus Brimobdak Irja, angkatan ke 3 tahun 1981/83 Pengajar Tembak Jitu. Tahun 1984 almarhum mengundurkan diri dari angkatan bersenjata Indonesia dan bergabung dengan Tentara Pemebebasan Nasional Papua Barat/TPNPB Organisasi Papua Merdeka.

Karier ketentaraan Papua Merdeka 1984 – 1988 menjabat sebagai Komandan Peleton Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat /TPN-PB. 1989 beliau ditembak dan ditangkap oleh TNI dan dijatuhi human Mati/ Seumur hidup menjalani tahanan kurungan dalam penjara Republik Indonesia Rumah
Tahanan Militer RTM Waena Jayapura selanjutnya dikirim sejauh 3000 mill dari Tanah Air Papua Barat ke Penjara Kelas I Kalisosok Surabaya Jawa timur Indonesia.

Tahun 2000 Almarhum dan semua tahanan politik Papua Barat dibebaskan ketika reformasi di Indonesia. Pada tahun 2000 – 2018 akhir hayat beliau menjabat sebagai Ketua Mantan Tahanan dan Narapida Politik/TAPOL-NAPOL Papua Merdeka. Tahun 2000 ketika Kongkerss Papua 2 beliau bersama almarhum John Simon Mambor mewakili Tapol-Napol Papua Merdeka dalam keanggotaan Presidium Dewan Papua/PDP. Pada tahun 2011 Kongres Papua III melahirkan Negara Federal Republik Papua Barat, beliau di tunjuk menjabat Pangalima Angkatan Bersenjata/PANGAB merangkap Menteri Pertahanan/MENHANKAM Negara Federal Republik Papua Barat hingga akhir hayatnya.

Pada 27 November – 6 Desember 2014 nama Tuan Eliezer Awom satu dari sekian nama-nama besar putera-puteri Papua Barat terbaik meletakkan SARALANA DECLARATION melahirkan United Liberation Movement for West Papua/ULMWP sebuah Bandang Persatuan Nasional Bangsa dan Rakyat Papua Barat walaupun hanya seumur jagung telah mampu mengangkat kepala dan wajah Papua Barat yang tertunduk selama 50-an tahun yang kini tinggal selangka memasuki Pintu Gerbang Kemerdekaan Papua Barat.

Terima kasih Tuan Eliezer Awom untuk pengabdianmu tanpa mengenal lelah. Engkau layak menerima penghargaan Sang General Bintang Geriya terbaik milik bangsa dan rakyat Papua Barat bersama sekian banyak pahlawan yang telah gugur mendahului kita dimedan juang Papua merdeka.

Sang General Eliezer Awom,
Dikekelaman dan redupnya perjuangan ketika itu,
Diantara rintihnya hujan dan debu beterbangan,
Rentetan peluruh bising menerawang,
Rintihan ketakutan membanjir rasa,
Kau dan kami hadir dalam kerinduan,
Kau dan kami hadir dalam relung sejarah,

Kau dan kami ubah cara pandang bangsmu yang mendambakan kemerdekaan,
Kau dan kami tegakkan langka bangsamu yang kaku merana diatas derita,
Kau dan kami berkomitmen bebaskan tanah, bangsa dan rakyatmu dari rantai penjajah
Pengabdianmu telah merampas pena bertinta emas menggores namamu dalam sejarah perjuangan,
Ya, namamu selalu dikenang oleh Tanah Airmu, Bangsamu dan rakyatmu sepanjang masa.
Percayalah bahwa pengabdianmu telah mengantar Papua Barat kedepan Pintu Kemerdekaan.

Tiada seuntai Mawar kami hadiahkan,
Tiada pula seonggok emas kami persembahkan keharibaanmu,
Pengabdianmu tidak dapat diganti dengan apapun, dimanapun dan kapanpun.
Hanya…………………………………………………………………………………………………….
Rangkaian kata TERIMA KASIH SANG GENERAL
Tanah, bangsa dan rakyatmu Papua Barat akan selalu mengenangmu.

Minggu, 17 Juni 2018
Jacob Rumbiak, Jubir ULMWP